Ma Yize sang Astronom Islam
Hay Sobat Edukasi, kalian tahu gak ternyata
islam zaman dahulu mempunyai seorang astronom dari negeri tirai bambu loh dan beliau sangat berjasa dalam
perkembangan ilmu astronomi di negeri tersebut. Siapa sih beliau? yuk kita telusuri lebih lanjut.
Jaman dahulu
banget, sekitar abad 10 M saat berkuasanya Dinasti Song, ternyata peradaban
islam Islam telah ikut berjasa dalam perkembangan sains dan teknologi di
Tiongkok. Apalagi, di masa itu, dunia Islam di Timur Tengah sedang mencapai
masa keemasannya.
Isa Ziling
Ma dalam tulisannya berjudul Islamic
Astronomy in China : Spread and
Development menuturkan, astronomi Islam menyebar ke China pada era Dinasti
Song (960-1127). Tapi sayang banget, bukti resmi yang mencatat peristiwa
penyebaran sains Islam di negeri Panda
itu nyaris tak ada. Katanya, sejarah secara detail baru mencatat persebaran
astronomi Islam ke China pada era Dinasti Yuan.
Penyebaran
astronomi Islam di Tiongkok ternyata memang telah berlangsung pada era
kekuasaan Dinasti Song. Fakta itu terkuak setelah seorang ilmuan Taiwan bernama
Prof Luo Xianglin pada 1968menemukan sebuah buku berjudul The Huai Ning Ma Family Tree di Perpustakaan Studi Asia Timur,
Columbia University, Amerika Serikat.
Penyebaran
astronomi Islam di China, menurut Prof Lou, adalah Ma Yize. Menurut buku The Huai Ning Ma Family Tree itu, Ma Yize
adalah astromom terkemuka di China. Ia terlahir di Rumi pada Rabiul Awal 308 H.
Ia datang ke China pada usia 40 tahun. Kaisar Taizu begitu mengagumi studi
astronomi yang telah berkembang sangat pesat di dunia Islam. Nah, Sang Kaisar
pun berupaya keras untuk mengembangkan ilmu yang menguak rahasia langit itu.
Pada 961
M, Kaisar Taizu kemudian menunjuk seorang ilmuwan Ma Yize untuk mengembangkan
astronomi di China. Ma Yize adalah astronom dan astrolog Muslim yang sangat
termansyur di zaman itu. Berdasarkan versi lain, Ma Yize merupakan ilmuwan
berdarah Arab. Konon, nenek moyangnya berasal dari wilayah perbatasan antara
Yaman dan Oman.
Karier pertamanya
di bidang astronomi dimulai dengan membantu Wang Chuna mengumpulkan beberapa
astrologi, termasuk sebuah kalender yang disebut Yingtianli. Ia mengembangkan
astronomi dan mengamati alam semesta dengan metode Islam. Berbagai temuan Ma Yize
dalam astronomi kemudian dikumpulkan Wang Chuna dalam Yingtianli.
Pengaruh
astronomi Islam begitu banyak diserap dalam Yingtianli. Perhitungan seminggu
tujuh hari yang dipakai kalender China itu sangat menggunakan sistem kalender
Islam.
Kehebatan Ma
Yize dalam bidang astronomi membuat Kaisar Taizu mandapuknya sebagai penjabat
kepala observatorium astronomi Dinasti Song. Popularitasnya pun kian moncar. Berkat
prestasinya yang gemilang dalam memimpin observatorium astronomi, Ma Yize pun
kemudian dianugerahi gelar bangsawan.
Salah satu jasa Ma Yize bagi astronomi
negeri Tiongkok adalah memperkenalkan matematika astronomi Islam. Ia pun
menyebarkan pemikiran astronom Muslim dari peradaban Islam di Timur Tengah. Sederet
kitab astronomi Islam diterjemahkan ke bahasa China.
Kitab astronomi
yang dialih bahasakan Ma Yize itu merupakan hasil karya astronom Muslim seperti
Muhammad Al-Fazari, Al-Battani, Al-Biruni, As-Shufi(Azhopi), Al-Khawarizmi, Al-Farghani,
dan lain-lain.
Jasanya bagi pengembangan astronomi modern di China
sungguh tak ternilai. Boleh dibilang, Ma Yize adalah pelopor sekaligus peletak
pondasi ilmu astronomi Modern di China. Berkat mengembangkan astronomi dan
astrologi, para penguasa China pun menempatkan keturunan Ma Yize sebagai kaum
bangsawan.
Ma Yize wafat pada 1005 M,
dan jejaknya dilanjutkan anak dan cucunya. Menurut catatan The Huai Ning Ma Family Tree, Ma Yize memiliki tiga anak. Yang tertua
bernama Ma Er. Setelah usia Ma Yize semakin sepuh, Ma Er kemudian menggantikan
posisi ayahnya sebagai ketua pengelola observatorium. Putra keduanya bernama Ma
Huai dan yang bungsu bernama Ma Yi. Mereka
juga turut mengembangkan ilmu astronomi di China.
Di era
kekuasaan Dinasti Song, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat.
Para penguasa dinasti itu meniru para khalifah di dunia Islam yang mendukung
berkembangnya pengetahuan dan teknologi. Pengaruh peradaban Islam dalam sains
di China lebih pesat berkembang pada era kekuasaan Dinasti Yuan.
Peran dan
jasa Ma Yize bagi pengembangan astronomi di China memang kurang terdengar
gaungnya. Meski begitu, peradaban China telah beruntang pada Ma Yize atas
perannya mengembangkan astronomi modern di negeri itu.
Wah ternyata
gak nyangka kalau Islam sangat berpengaruh di bidang ilmu pengetahuan ya. Semoga
Islam dapat berjaya kembali seperti zaman Khalifah dulu. Amin.
Sekian info dari mimin semoga bermanfaat ya.













