Sunday, 20 March 2016

Ma Yize sang Astronom Islam



 Hay Sobat Edukasi, kalian tahu gak ternyata islam zaman dahulu mempunyai seorang astronom dari negeri tirai bambu loh dan beliau sangat berjasa dalam perkembangan ilmu astronomi di negeri tersebut. Siapa sih beliau? yuk kita telusuri lebih lanjut.


        Jaman dahulu banget, sekitar abad 10 M saat berkuasanya Dinasti Song, ternyata peradaban islam Islam telah ikut berjasa dalam perkembangan sains dan teknologi di Tiongkok. Apalagi, di masa itu, dunia Islam di Timur Tengah sedang mencapai masa keemasannya.

        Isa Ziling Ma dalam tulisannya berjudul Islamic Astronomy in China : Spread and Development menuturkan, astronomi Islam menyebar ke China pada era Dinasti Song (960-1127). Tapi sayang banget, bukti resmi yang mencatat peristiwa penyebaran sains Islam  di negeri Panda itu nyaris tak ada. Katanya, sejarah secara detail baru mencatat persebaran astronomi Islam ke China pada era Dinasti Yuan.

        Penyebaran astronomi Islam di Tiongkok ternyata memang telah berlangsung pada era kekuasaan Dinasti Song. Fakta itu terkuak setelah seorang ilmuan Taiwan bernama Prof Luo Xianglin pada 1968menemukan sebuah buku berjudul The Huai Ning Ma Family Tree di Perpustakaan Studi Asia Timur, Columbia University, Amerika Serikat.

        Penyebaran astronomi Islam di China, menurut Prof Lou, adalah Ma Yize. Menurut buku The Huai Ning Ma Family Tree itu, Ma Yize adalah astromom terkemuka di China. Ia terlahir di Rumi pada Rabiul Awal 308 H. Ia datang ke China pada usia 40 tahun. Kaisar Taizu begitu mengagumi studi astronomi yang telah berkembang sangat pesat di dunia Islam. Nah, Sang Kaisar pun berupaya keras untuk mengembangkan ilmu yang menguak rahasia langit itu.

        Pada 961 M, Kaisar Taizu kemudian menunjuk seorang ilmuwan Ma Yize untuk mengembangkan astronomi di China. Ma Yize adalah astronom dan astrolog Muslim yang sangat termansyur di zaman itu. Berdasarkan versi lain, Ma Yize merupakan ilmuwan berdarah Arab. Konon, nenek moyangnya berasal dari wilayah perbatasan antara Yaman dan Oman.

        Karier pertamanya di bidang astronomi dimulai dengan membantu Wang Chuna mengumpulkan beberapa astrologi, termasuk sebuah kalender yang disebut Yingtianli. Ia mengembangkan astronomi dan mengamati alam semesta dengan metode Islam. Berbagai temuan Ma Yize dalam astronomi kemudian dikumpulkan Wang Chuna dalam Yingtianli.

        Pengaruh astronomi Islam begitu banyak diserap dalam Yingtianli. Perhitungan seminggu tujuh hari yang dipakai kalender China itu sangat menggunakan sistem kalender Islam.

        Kehebatan Ma Yize dalam bidang astronomi membuat Kaisar Taizu mandapuknya sebagai penjabat kepala observatorium astronomi Dinasti Song. Popularitasnya pun kian moncar. Berkat prestasinya yang gemilang dalam memimpin observatorium astronomi, Ma Yize pun kemudian dianugerahi gelar bangsawan.


        Salah satu jasa Ma Yize bagi astronomi negeri Tiongkok adalah memperkenalkan matematika astronomi Islam. Ia pun menyebarkan pemikiran astronom Muslim dari peradaban Islam di Timur Tengah. Sederet kitab astronomi Islam diterjemahkan ke bahasa China.

        Kitab astronomi yang dialih bahasakan Ma Yize itu merupakan hasil karya astronom Muslim seperti Muhammad Al-Fazari, Al-Battani, Al-Biruni, As-Shufi(Azhopi), Al-Khawarizmi, Al-Farghani, dan lain-lain.
Jasanya bagi pengembangan astronomi modern di China sungguh tak ternilai. Boleh dibilang, Ma Yize adalah pelopor sekaligus peletak pondasi ilmu astronomi Modern di China. Berkat mengembangkan astronomi dan astrologi, para penguasa China pun menempatkan keturunan Ma Yize sebagai kaum bangsawan.



Ma Yize wafat pada 1005 M, dan jejaknya dilanjutkan anak dan cucunya. Menurut catatan The Huai Ning Ma Family Tree, Ma Yize memiliki tiga anak. Yang tertua bernama Ma Er. Setelah usia Ma Yize semakin sepuh, Ma Er kemudian menggantikan posisi ayahnya sebagai ketua pengelola observatorium. Putra keduanya bernama Ma Huai  dan yang bungsu bernama Ma Yi. Mereka juga turut mengembangkan ilmu astronomi di China.

        Di era kekuasaan Dinasti Song, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Para penguasa dinasti itu meniru para khalifah di dunia Islam yang mendukung berkembangnya pengetahuan dan teknologi. Pengaruh peradaban Islam dalam sains di China lebih pesat berkembang pada era kekuasaan Dinasti Yuan.

        Peran dan jasa Ma Yize bagi pengembangan astronomi di China memang kurang terdengar gaungnya. Meski begitu, peradaban China telah beruntang pada Ma Yize atas perannya mengembangkan astronomi modern di negeri itu.

        Wah ternyata gak nyangka kalau Islam sangat berpengaruh di bidang ilmu pengetahuan ya. Semoga Islam dapat berjaya kembali seperti zaman Khalifah dulu. Amin.
Sekian info dari mimin semoga bermanfaat ya.  

Artikel Terkait

Ma Yize sang Astronom Islam
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email